Liga Inggris Di Musim Ini Tidak Kompetitif
Di Liga Primer kali ini banyak yang kecewa pasalnya sama seperti Liga Jerman sebelumnya, Agen Bola di Liga Inggris sekarang ini kita sudah bisa menebak dengan mudah siapa yang akan menjadi juara, padahal sisa pertandingan di liga ini bisa dibilang masih cukup banyak. Di Liga yang sudah memasuki pekan ke 27, masih ada 23 pertandingan yang masih harus dijalankan. Tetapi untuk di pertengahan musim ini, Manchester City telah jauh meninggalkan lawan-lawannya. Awalnya, kedua club seperti Manchester United dan juga Chelsea disebut-sebut akan berebut tempat teratas dengan Manchester City, tetapi pada kenyataannya, Manchester City memiliki poin yang jumlahnya terpaut jauh dengan kedua club lain yang dijagokan pada awal musim liga inggris.
Untuk mengalahkan Manchester City yang saat ini berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris, MU tentunya harus mengoleksi 17 poin, sedangkan Chelsea sendiri harus mengumpulkan poin sebanyak 23 lagi. Beberapa orang menyayangkan keputusan Mourinho dan Conte untuk melempar handuk karena masih ada banyak kesempatan untuk bisa membalikkan keadaan. Bagi pelatih sekaliber Mourinho yang terkenal dengan sifat ambisiusnya, belum saatnya dia mengatakan untuk menyerah. Namun sayang, di atas kertas, Pelatih Mourinho dipaksa untuk memeluk gunung dalam artian dengan banyaknya pengalaman yang dimiliki Mourinho, ternyata beliau sepertinya belum mampu meracik MU untuk bisa berada di level yang kompetitif. Mourinho memang bisa dibilang sudah cukup berhasil dalam membenahi lini pertahanan sehingga jumlah kebobolan dari club MU sendiri bisa dibilang sedikit jika dibandingkan club lain. MU memiliki rekor kebobolan gol hanya 19 kali yang bisa dibilang lebih rendah satu poin dari Club Manchester City. Meskipun begitu, sayangnya Mourinho tidak punya ramuan ajaib untuk bisa memaksimalkan pemainnya agar bisa memetik angka di mulut gawang. Banyak sekali peluang yang terbuang sia-sia.
Tidak hanya itu, di Liga Inggris kali ini, Mourinho juga gagal dalam membesarkan para pemain muda. Cara melatih Mourinho sangat berbeda dengan pelatih sebelumnya yakni Sir Alex Ferguson. Di Tangan Opa Fergie, ada banyak pemain muda yang berhasil menjadi pesepakbola yang handal. Banyak pemain yang berutang budi dengan Opa Fergie seperti Ronaldo, David Becham dan juga Ryan Giggs yang popularitas ketiga pemain ini mulai meningkat saat memperkuat Club MU bersama dengan Fergie. Banyak yang menyayangkan jika Mourinho tidak bisa membesarkan pemain muda sekelas Marcus Rashford padahal banyak yang menilai jika Marcus sangat potensial untuk menjadi pemain sepakbola yang handal nantinya. Mourinho seolah bingung untuk apa yang akan dilakukannya kepada para pemain muda yang berada di club Manchester United.
Di bawah besutan Mourinho, MU sepertinya tidak bisa melaju kenjang untuk mengejar ketertinggalan dari Manchester City. Golnya tidak maksimal sehingga dari satu pertandingan ke pertandingan lain, MU bukan mendekat dengan puncak klasemen malah sebaliknya semakin memperlebar jarak dengan si pemuncak klasemen Manchester City. Kondisi ini tidak hanya menghantui MU tapi juga club lain yang digadang-gadang akan masuk ke dalam klasemen teratas di liga Inggris kali ini. Karena itu, banyak yang mengatakan jika Liga Inggris musin ini tidak memacu atmosfir pertandingan yang kompetitif karena sudah bisa ditebak siapa club yang akan menjadi pemenang di liga primer kali ini. Jika di musin ini Manchester City menjadi club yang sangat sulit untuk disaingi, kita berharap di musim depan, Liga Inggris benar-benar menjadi perhelatan yang penuh dengan persaingan, bukan ajang dominasi seperti saat ini.
Untuk mengalahkan Manchester City yang saat ini berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris, MU tentunya harus mengoleksi 17 poin, sedangkan Chelsea sendiri harus mengumpulkan poin sebanyak 23 lagi. Beberapa orang menyayangkan keputusan Mourinho dan Conte untuk melempar handuk karena masih ada banyak kesempatan untuk bisa membalikkan keadaan. Bagi pelatih sekaliber Mourinho yang terkenal dengan sifat ambisiusnya, belum saatnya dia mengatakan untuk menyerah. Namun sayang, di atas kertas, Pelatih Mourinho dipaksa untuk memeluk gunung dalam artian dengan banyaknya pengalaman yang dimiliki Mourinho, ternyata beliau sepertinya belum mampu meracik MU untuk bisa berada di level yang kompetitif. Mourinho memang bisa dibilang sudah cukup berhasil dalam membenahi lini pertahanan sehingga jumlah kebobolan dari club MU sendiri bisa dibilang sedikit jika dibandingkan club lain. MU memiliki rekor kebobolan gol hanya 19 kali yang bisa dibilang lebih rendah satu poin dari Club Manchester City. Meskipun begitu, sayangnya Mourinho tidak punya ramuan ajaib untuk bisa memaksimalkan pemainnya agar bisa memetik angka di mulut gawang. Banyak sekali peluang yang terbuang sia-sia.
Liga Inggris
Tidak hanya itu, di Liga Inggris kali ini, Mourinho juga gagal dalam membesarkan para pemain muda. Cara melatih Mourinho sangat berbeda dengan pelatih sebelumnya yakni Sir Alex Ferguson. Di Tangan Opa Fergie, ada banyak pemain muda yang berhasil menjadi pesepakbola yang handal. Banyak pemain yang berutang budi dengan Opa Fergie seperti Ronaldo, David Becham dan juga Ryan Giggs yang popularitas ketiga pemain ini mulai meningkat saat memperkuat Club MU bersama dengan Fergie. Banyak yang menyayangkan jika Mourinho tidak bisa membesarkan pemain muda sekelas Marcus Rashford padahal banyak yang menilai jika Marcus sangat potensial untuk menjadi pemain sepakbola yang handal nantinya. Mourinho seolah bingung untuk apa yang akan dilakukannya kepada para pemain muda yang berada di club Manchester United.
Di bawah besutan Mourinho, MU sepertinya tidak bisa melaju kenjang untuk mengejar ketertinggalan dari Manchester City. Golnya tidak maksimal sehingga dari satu pertandingan ke pertandingan lain, MU bukan mendekat dengan puncak klasemen malah sebaliknya semakin memperlebar jarak dengan si pemuncak klasemen Manchester City. Kondisi ini tidak hanya menghantui MU tapi juga club lain yang digadang-gadang akan masuk ke dalam klasemen teratas di liga Inggris kali ini. Karena itu, banyak yang mengatakan jika Liga Inggris musin ini tidak memacu atmosfir pertandingan yang kompetitif karena sudah bisa ditebak siapa club yang akan menjadi pemenang di liga primer kali ini. Jika di musin ini Manchester City menjadi club yang sangat sulit untuk disaingi, kita berharap di musim depan, Liga Inggris benar-benar menjadi perhelatan yang penuh dengan persaingan, bukan ajang dominasi seperti saat ini.

Comments
Post a Comment